Sabtu, 17 November 2018

ASPEK BISNIS DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI



Dunia Teknologi Informasi (TI) merupakan suatu industri yang berkembang dengan begitu pesatnya pada tahun-tahun terakhir ini. Ini akan terus berlangsung untuk tahun-tahun mendatang. Perkembangan bisnis dalam bidang TI ini membutuhkan formalisasi yang lebih baik dan tepat mengenai Aspek Bisnis di bidang Teknologi Informasi. Pada Aspek Bisnis di bidang Teknologi Informasi terdapat beberapa komponen salah satunya yaitu Prosedur Pendirian Usaha.
Prosedur Pendirian Usaha
Prosedur Pengadaan Tenaga Kerja antara lain :
  1. Perencanaan Tenaga Kerja
Perencanaan tenaga kerja adalah penentuan kuantitas dan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan dan cara memenuhinya. Penentuan kuantitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu time motion study dan peramalan tenaga kerja. Sedangkan penentuan kualitas dapat dilakukan dengan Job Analysis. Job Analysis terbagi menjadi dua, yaitu Job Description dan Job Specification / Job Requirement.  Tujuan Job Analysis bagi perusahaan yang sudah lama berdiri yaitu untuk reorganisasi, penggantian pegawai, dan penerimaan pegawai baru.
  1. Penarikan Tenaga Kerja
Penarikan tenaga kerja diperoleh dari dua sumber, yaitu sumber internal dan sumber eksternal.
Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer, tetapi merupakan semua perangkat atau peralatan yang dapat membantu seseorang bekerja dan segala hal yang berhubungan dengan suatu proses, dan juga bagai mana suatu informasi itu dapat sampai ke pihak yang membutuhkan, baik berupa data, suara ataupun video. Dua aspek penting dalam pengembangan bisnis yang berhubungan dengan Teknologi Informasi adalah infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). Selain kedua aspek tersebut, tentunya masih banyak aspek lain seperti finansial. Namun, lemahnya infrastruktur dan kelangkaan SDM merupakan penyebab utama lambannya bisnis IT. Langkanya SDM IT yang handal merupakan masalah utama di seluruh dunia. Kelangkaan ini disebabkan meledaknya bisnis yang berbasis IT (dan khususnya bisnis yang berbasis Internet).
Dalam mendirikan suatu badan usaha atau bisnis khusunya di bidang IT, apa sebenarnya yang harus kita ketahui dan lakukan? Kita harus mengetahui bagaimana proses atau tahap untuk melakukan atau membangun sebuah bisnis khususnya di bidang TI.
Prosedur Pendirian Badan Usaha IT
Dari beberapa referensi dijelaskan lingkungan usaha dapat dikelompokkan menjadi 2 faktor yaitu faktor lingkungan ekonomi dan faktor lingkungan non ekonomi.

Faktor lingkungan ekonomi meliputi segala kejadian atau permasalahan penting di bidang perekonomian nasional yang dapat mempengaruhi kinerja dan kelangsungan hidup dari suatu perusahaan. Sedangkan faktor lingkungan non ekonomi merupakan pristiwa atau isu yang menonjol dibidang politik,keamanan,sosial dan budaya yang mempengaruhi kelangsungan hidup pelaku usaha.
Dalam prakteknya faktor-faktor ekonomi dan non-ekonomi yang tidak dapat dikendalikan oleh pimpinan perusahaan sangat luas dan banyak ragamnya. Sehingga hal ini kadang-kadang membingungkan kita untuk dapat mengamatinya dengan baik . Pada bahasan ini kami pengelompokan berbagai ragam lingkungan eksternal ini menjadi 5(lima) dimensi lingkungan eksternal perusahaan.
Klasifikasi Dimensi Lingkungan Eksternal Kegiatan Usaha:
  1. Perekonomian Global dan Kerjasama Internasional (Ekonomi).
  2. Pembangunan dan Perekonomian Nasional (Ekonomi).
  3. Politik, Hukum dan Perundang-Undangan (Non-Ekonomi).
  4. Teknologi (Non-Ekonomi).
  5. Demografi, Sosial dan Budaya (Non-Ekonomi).
Selanjutnya untuk membangun sebuah badan usaha, terdapat beberapa prosedur peraturan perizinan, yaitu :
  1. Tahapan pengurusan izin pendirian
Bagi perusahaan skala besar hal ini menjadi prinsip yang tidak boleh dihilangkan demi kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan. Hasil akhir pada tahapan ini adalah sebuah izin prinsip yang dikenal dengan Letter of Intent yang dapat berupa izin sementara, izin tetap hinga izin perluasan. Untk beerapa jenis perusahaan misalnya, sole distributor dari sebuah merek dagang, Letter of Intent akan memberi turunan berupa Letter of Appointment sebagai bentuk surat perjanjian keagenan yang merupakan izin perluasan jika perusahaan ini memberi kesempatan pada perusahaan lain untuk mendistribusikan barang yang diproduksi. Berikut ini adalah dokumen yang diperlukan, sebagai berikut :
  • Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Bukti diri
Selain itu terdapat beberapa Izin perusahaan lainnya yang harus dipenuhi :
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), diperoleh melalui Dep. Perdagangan
  • Surat Izin Usaha Industri (SIUI), diperoleh melalui Dep. Perindustrian.
  • Izin Domisili
  • Izin Gangguan.
  • Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Izin dari Departemen Teknis


  1. Tahapan pengesahan menjadi badan hokum
Tidak semua badan usaha mesti ber badan hukum. Akan tetapi setiap usaha yang memang dimaksudkan untuk ekspansi atau berkembang menjadi berskala besar maka hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas kegiatan yang dilakukannya tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku. Izin yang mengikat suatu bentuk usaha tertentu di Indonesia memang terdapat lebih dari satu macam. Adapun pengakuan badan hukum bisa didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), hingga Undang-Undang Penanaman Modal Asing ( UU PMA ).
  1. Tahapan penggolongan menurut bidang yang dijalani
Badan usaha dikelompokkan kedalam berbagai jenis berdasarkan jenis bidang kegiatan yang dijalani. Berkaitan dengan bidang tersebut, maka setiap pengurusan izin disesuaikan dengan departemen yang membawahinya seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan, pertanian dsb.
  1. Tahapan mendapatkan pengakuan, pengesahan dan izin dari departemen lain yang terkait
Departemen tertentu yang berhubungan langsung dengan jenis kegiatan badan usaha akan mengeluarkan izin. Namun diluar itu, badan usaha juga harus mendapatkan izin dari departemen lain yang pada nantinya akan bersinggungan dengan operasional badan usaha misalnya Departemen Perdagangan mengeluarkan izin pendirian industri pembuatan obat berupa SIUP. Maka sebgai kelanjutannya, kegiatan ini harus mendapatkan sertifikasi juga dari BP POM, Izin Gangguan atau HO dari Dinas Perizinan, Izin Reklame.
Pakta Integritas
Dalam Pasal 1 Keppres No.80/2003 mengenai pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah disebutkan bahwa yang dimaksud Pakta Integritas adalah surat pernyataan yang ditandatangani oleh pengguna barang/jasa/panitia pengadaan/pejabat pengadaan/penyedia barang/jasa yang berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan KKN dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.
Pakta Integritas merupakan suatu bentuk kesepakatan tertulis mengenai tranparansi dan pemberantasan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa barang publik melalui dokumen-dokumen yang terkait, yang ditandatangani kedua belah pihak, baik sektor publik maupun penawar dari pihak swasta. Pelaksanaan dari Pakta tersebut dipantau dan diawasi baik oleh organisasi masyarakat madani maupun oleh suatu badan independen dari pemerintah atau swasta yang dibentuk untuk melaksanakan tugas tersebut atau yang memang sudah ada dan tidak terkait dalam proses pengadaan barang dan jasa itu. Komponen penting lainnya dalam pakta ini adalah mekanisme resolusi konflik melalui arbitrasi dan sejumlah sanksi yang sebelumnya telah diumumkan atas pelanggaran terhadap peraturan yang telah disepakati yang berlaku bagi kedua belah pihak.


Draft Kontrak Kerja IT
  1. Masa Percobaan
Masa percobaan dimaksudkan untuk memperhatikan calon buruh (magang), mampu atau tidak untuk melakukan pekerjaan yang akan diserahkan kepadanya serta untuk mengetahui kepribadian calon buruh (magang).
  1. Yang Dapat Membuat Perjanjian Kerja
Untuk dapat membuat (kontrak) perjanjian kerja adalah orang dewasa.
  1. Bentuk Perjanjian Kerja
Bentuk dari Perjanjian Kerja untuk waktu tertentu berbeda dengan perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu.
  1. Isi Perjanjian Kerja
Pada pokoknya isi dari perjanjian kerja tidak dilarang oleh peraturan perundangan atau tidak bertentangan dengan ketertiban atau kesusilaan. Dalam praktek, pada umumnya isi perjanjian kerja biasanya mengenai besarnya upah, macam pekerjaan dan jangka waktunya.
  1. Jangka Waktu Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu
Dalam perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu, dapat diadakan paling lama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang hanya 1 (satu) kali saja dengan waktu yang sama, tetapi paling lama 1 (satu) tahun. Untuk mengadakan perpanjangan pengusaha harus memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada buruh selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kerja untuk waktu tertentu tersebut berakhir. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diperbaharui hanya 1 (satu) kali saja dan pembeharuan tersebut baru dapat diadakan setelah 21 (dua puluh satu) hari dari berakhirnya perjanjian kerja untuk waktu tertentu tersebut.
  1. Penggunaan Perjanjian Kerja
Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat diadakan untuk pekerjaan tertentu yang menurut sifat, jenis atau kegiatannya akan selesai dalam waktu tertentu.
  1. Uang Panjar
Jika pada suatu pembuatan perjanjian kerja diberikan oleh majikan dan diterima oleh buruh uang panjar, maka pihak manapun tidak berwenang membatalkan kontrak (perjanjian) kerja itu dengan jalan tidak meminta kembali atau mengembalikan uang panjar (Pasal 1601e KUH Perdata). Meskipun uang panjar dikembalikan atau dianggap telah hilang, perjanjian kerja tetap ada.
Teknologi Informasi mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia. Karena TI di ibaratkan pisau bermata dua, legal dan ilegal, baik dan buruk, maka mau tak mau berhubungan dengan etika. Merupakan hal yang penting untuk mengetahui bahwa hal yang tidak etis belum tentu ilegal. Jadi, dalam kebanyakan situasi, seseorang atau organisasi yang dihadapkan pada keputusan etika tidak mempertimbangkan apakah melanggar hukum atau tidak.
Banyaknya aplikasi dan peningkatan penggunaan TI telah menimbulkan berbagai isu etika, yang dapat dikategorikan dalam empat jenis:
  1. Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
  1. Isu akurasi: autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan?
  1. Isu properti: kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
  1. Isu aksesibilitas: hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.
Aplikasi Teknologi Informasi Dalam Bidang Bisnis.
Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang Teknologi Informasi merupakan sesuatu yang patut kita syukuri karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakannya. Namun, tidak semua kemajuan yang telah dicapai tersebut membawa dampak positif. Diantara kemajuan yang telah dicapai tersebut ternyata dapat membawa dampak negatif bagi manusia. Dibawah ini akan dipaparkan dampak positif (keuntungan) dan negatif (kerugian) dari penggunaan Teknologi Informasi.
Keuntungan :
  1. Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain.
  2. Semakin maraknya penggunaan Teknologi Informasi akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
  3. Bisnis yang berbasis Teknologi Informasi atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan
  4. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
Kerugian :
  1. Dengan pesatnya teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan semakin mudah.
  2. Dengan mudahnya melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin memudahkan pula transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan atau transaksi narkoba.
Sumber :

BMW 8 Series 2018 : Harga Pengorbanan 6 Series

BMW 8 Series 2018 : Harga Pengorbanan 6 Series
Membaca jajaran model BMW tidak begitu susah. Jika 3 Series adalah sedan 4 pintu, maka 4 Series adalah versi 2 pintunya. Demikian juga untuk 5 Series terhadap 6 Series. Dulu pun BMW 7 Series punya saudara versi pelit pintu bernama 8 Series, tapi ia sudah lama tidur dan baru dirilis lagi sekarang. Sayangnya, kehadiran kembali BMW 8 Series baru ternyata harus mengorbankan varian 6 Series.
Alasannya? Jelas, baik 6 Series maupun 8 Series sama-sama berwujud GT besar 2+2 seater dengan tenaga besar, torsi besar dan kemewahan yang dipatok di level tinggi. BMW meniilai tidak perlu punya 2 mobil yang sama, makanya sekarang 6 Series berubah menjadi hatchback mahal demi memberi ruang nafas dan gerak bagi BMW 8 Series. Kasihan BMW 6 Series, sudah cakep-cakep jadi GT sekarang jadi hatchback.
Sisi baiknya, BMW 8 Series yang akan didapatkan konsumen nanti tidak memiliki perbedaan signifikan dibandingkan versi konsep yang pernah muncul sebelumnya. Meski dibaptis sebagai GT mewah, BMW meyakinkan kalau mobil ini masih punya DNA sporty sebagaimana sebuah BMW sejati. Makanya peluncuran mobil ini pun dilakukan di ajang Le Mans, di mana BMW M8 GTE turut serta dalam pertandingan ketahanan.
Sosok BMW 8 Series cenderung dinamis dan elegan. Penuh wibawa juga, khususnya wibawa sebagai sebuah BMW di mana elemen-elemen desain penting seperti double kidney grille, 4 lingkaran LED dan Hoftmeister Kink tidak absen di sini. Begini baru benar, meski kami sempat kecewa dengan BMW iX3 yang grilnya dipaksa menyambung hingga mirip gril KIA. Kalau KIA mirip BMW, itu pujian, tapi kalau BMW mirip KIA, kami tidak yakin itu pujian.
Sebagai sebuah GT, BMW 8 Series sudah layak dan sepantasnya punya profil bodi yang rendah, garis atap menukik dan tarikan-tarikan garis yang lembut namun berkelas. Itu semua dieksekusi dengan baik oleh BMW. Meski mungkin bukan GT tercantik sejagat raya, tapi tepuk tangan bagi desainer yang bisa menghadirkan desain seindah ini. Semoga saja 2 lubang knalpot di belakang itu lubang knalpot sungguhan, bukan palsu seperti mobil-mobil Jerman belakangan ini.
Interior BMW 8 Series patut diacungi jempol dan dihormati, khususnya karena sudah menaikkan level desain interiornya. Kami tidak bicara soal setir yang mirip dengan BMW M5, kami bicara soal betapa cantiknya tuas persneling baru itu. Persneling girboks 8 percepatan itu sangat cantik sebab terbuat dari kaca. Okelah, Nissan Murano juga pernah memberikan persneling dari kaca, hanya saja yang punya BMW lebih indah.
Panel instrumen barunya juga sudah full layar digital, dengan lingkar spidometer dan takometer senada dengan bingkai gril double kidney BMW. Rona warnanya bisa berubah-ubah, tergantung mode berkendara yang dipilih. Sistem iDrive yang dibawa BMW 8 Series sudah diperbarui ke OS 7.0 dengan layar 10,25 inci yang bisa dimainkan dengan 3 cara : layar sentuh, perintah suara atau pakai kenop putar dekat persneling.
Perlengkapan standar BMW 8 Series sudah termasuk suspensi adaptif buatan BMW M dengan damper elektronik, plus BMW Integral Active Steering. Khusus pembeli varian M850i xDrive berpenggerak AWD, BMW menawarkan sistem active roll stabilization. Di Eropa, BMW 8 Series baru ditawarkan dengan 2 jenis mesin, yakni BMW 840d xDrive yang bermesin 3.000 cc 6 silinder turbo diesel dengan 320 PS dan 680 Nm, di mana lari 0-100-nya diklaim cukup 4,9 detik saja.
Buat yang kurang cocok dengan diesel, BMW punya varian M850i xDrive dengan mesin bensin 4.400 cc V8 twin turbo yang sama dengan BMW M5 baru, tapi sedikit dijinakkan. Makanya tenaganya ada di angka 530 PS dan torsinya 750 Nm, namun dengan lari 0-100  yang cukup 3,7 detik, ini sama sekali bukan lari yang jinak. Seperti biasa, BMW nanti akan menyiapkan BMW M8 dengan performa yang lebih serius dan dijejali hasil teknologi balap dari BMW M8 GTE.
BMW bilang, mobil ini akan mengisi celah yang ada di antara Mercedes Benz S-Class coupe dan Porsche 911. Intinya, mereka ingin menawarkan kombinasi kemewahan dan nuansa elegan yang mumpuni, namun harus sanggup memberikan perasaan sporty saat dibawa di jalanan.

10 SNEAKERS YANG BIKIN KANTONG JEBOL

10 Sneakers yang Bikin Kantong Jebol. Dari tahun ke tahun hingga 2016 berakhir, sneakers menjadi barang yang harganya terus naik dan semakin mahal. Pada 2016 yang baru berakhir aja tercatat ada beberapa sneakers yang harganya bikin sneakerhead sekalipun harus berpikir 2 kali sebelum membelinya. Contohnya ada Nike yang ngasih label harga enggak tanggung-tanggung untuk produk terbaiknya, mulai dari Nike Hyperadapt 1.0 yang harga retailnya mencapai US$720 atau sekitar Rp9.6 juta. Belum lagi Adidas dengan Yeezy-nya dengan harga retail US$350 atau Rp5,6 juta, yang juga selalu membuat antrian panjang setiap kali dirilis.
Bukan hanya Nike, karena Adidas sendiri memang fenomenal banget di tahun lalu. Fakta tersebut sebenarnya enggak mengejutkan, karena setiap kali Adidas merilis sneakers model terbarunya, mulai dari Yeezy hingga NMD, sudah bisa dipastikan semuanya bakal cepat hilang di pasaran. Viki jamin sekarang lo sudah enggak bakal mungkin mendapatkan Yeezy atau NMD via retail. Lo hanya bisa gigit jari saat menemukan sepatu idaman lo itu via penjual daring dengan harga yang fantastis. Yes, maybe this sucks, tapi inilah kenyataanya. Semua orang berusaha mendapatkan sneakers-sneakers yang punya nilai tinggi. Enggak cuma karena hype-nya aja, tapi memang karena sneakers punya harga jual kembali yang tinggi. Makanya banyak yang menganggap bisnis jual-beli sneakers sebagai bisnis yang menguntungkan.
Enggak cuma Adidas aja kok, sepanjang 2016 masih ada banyak sneakers lain yang bikin heboh dengan harga jualnya yang selangit.

10. Adidas Yeezy 350 "Black Pirate"

Harga Retail: Rp3.3 juta
Harga Jual Kembali: Rp15 juta
Secara enggak mengejutkan, sneakers-nya mz Kanye West ini masuk daftar sneakers termahal tahun 2016. Versi "Black Pirate" ini sendiri jadi salah satu Yeezy 350 yang paling disukai dan paling dicari sneakerhead. Pertama kali dirilis 2015, Adidas merilisnya lagi di tahun 2016 setelah melihat minat yang tinggi. Meskipun punya model yang sedikit beda dari versi 2015-nya, "Pirate Black" versi 2016 tetap aja membuat sneakerhead di seluruh dunia jadi ngiler.

9. Adidas NMD x Bathing Ape

Harga Retail: Rp2.5 juta
Harga Jual Kembali: Rp18 juta
Lagi-lagi NMD. Yes, NMD sudah diakui jadi sneakers of the year 2016. Di Indonesia sendiri, lo 99% enggak akan mendapatkannya via retail (setelah hari perilisan). Sedangkan di luar negeri, sneakers ini sebenarnya enggak sesulit itu. Lo masih bisa menemukan berbagai model NMD di toko-toko resmi Adidas maupun rekanan. Tapi ternyata ada salah satu model NMD yang konon jadi mitos karena enggak bisa ditemukan di toko Adidas manapun saat hari perilisannya, yaitu NMD x Bathing Ape
Beberapa hari sebelum dirilis, tersiar rumor kalau NMD x Bathing Ape sudah sold out alias sudah enggak bisa lo temukan secara retail di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan para reseller maupun pihak kedua melihat potensi keuntungan besar dari sneakerscollab ini, dan langsung membelinya dalam jumlah besar sebelum dirilis secara resmi. Di Indonesia sendiri ada reseller yang menjualnya dengan harga Rp18 juta.

8. Adidas Yeezy Boost 750

Harga Retail: Rp5.6 juta
Harga Jual Kembali: Rp18 juta
Yeezy gue sudah siap bro! Adidas di tahun 2016 lalu merilis 2 model terbaru Adidas Yeezy 750, yaitu "Light Grey" dan "Chocolate". Meskipun antusiasme sneakerhead enggak sebesar rilis model-model terdahulunya, tapi tetap aja nama Yeezy tetap membahana dan membuat sneakers satu ini masuk ke daftar sneakers termahal 2016. Di Indonesia sendiri lo bisa mencarinya sendiri di berbagai penjual daring, tentunya dengan harga reseller juga.

7. Adidas 3D Runner FutureCraft

Harga Retail: Rp4.4 juta
Harga Jual Kembali: Rp21.3 juta
Di pertengahan tahun 2016, sneakerhead di seluruh dunia sempat dibuat iri oleh para atlet Olimpiade 2016 yang disponsori oleh Adidas. Mereka dijanjikan Adidas 3D Runner FutureCraft jika mereka berhasil memenangkan medali emas. Akhirnya Adidas menjawab keinginan para sneakerhead yang sudah ngiler itu dengan merilis secara resmi sepatu lari berteknologi bantalan 3D ini pada Desember lalu. Sneakers ini sendiri hanya dirilis 333 pasang di seluruh dunia. Ya harusnya lo tau kan dengan jumlah yang sangat terbatas seperti itu, bakal seberapa besar harga jual kembalinya?

6. Air Jordan 1 "Satin"

Harga Retail: Rp2.5 juta
Harga Jual Kembali: Rp26 juta
Enggak cuma Adidas loh, Nike/Air Jordan juga berhasil mencuri headline lewat perilisan model-model retro yang jadi incaran banyak sneakerhead di seluruh dunia, seperti Air Jordan 1 "Banned", Air Jordan 23 "Trophy Room", serta Air Jordan 2 x Don C. Tapi ternyata ada rilisan yang benar-benar eksklusif, yaitu Air Jordan "Satin" yang hanya dirilis sebanyak 501 pasang di seluruh dunia.

5. Adidas NMD "Red Apple"

Harga Retail: Rp2.3 juta
Harga Jual Kembali: Rp31 juta
Kalo lo bosen sama NMD, NMD, NMD lagi, siap-siap gumoh deh, karena ini semua belum selesai! Dari berbagai model NMD yang dirilis, salah satu model yang dirilis terbatas adalah NMD "Red Apple", yang dirilis secara eksklusif di New York, Amerika Serikat. Sneakers ini sendiri hanya dirilis sebanyak 200 pasang. Makanya jangan heran kalau sneakers ini punya harga selangit.

4. Adidas NMD "Pitch Black"

Harga Retail: -
Harga Jual Kembali: Rp39.5 juta
Sudah Viki peringatkan sebelumnya kan?! Jadi jangan salahin Viki ya kalau lo mau gumoh gara-gara NMD! Yes, inilah yang jadi alasan kenapa NMD jadi sneakers of the year 2016. Hype-nya tersebar di seluruh penjuru dunia, dan Adidas pun cerdas dengan merilis model-model limited yang membuat sneakerhead rebutan untuk mendapatkannya. Salah satunya adalah NMD "Pitch Black" yang punya sol Boost berwarna hitam. Sneakers ini enggak dijual secara resmi dan hanya diberikan melalui kompetisi yang dijalankan di Snapchat.

3. Nike Hyperadapt 1.0

Harga Retail: Rp9.6 juta
Harga Jual Kembali: Rp47 juta
Di tahun 2016 ini, Nike bukannya cuma nontonin Adidas aja kok. Karena mereka juga terus berinovasi dengan membuat sneakers dengan teknologi masa depan, yaitu sistem pengikat tali otomatis. Teknologi itu diaplikasikan pada Nike Hyperadapt 1.0, yang terinspirasi oleh Nike Air Mag, sneakers yang jadi populer setelah kemunculannya di film Back to the FutureII. Hyperadapt 1.0 sudah dirilis secara resmi, tentunya dengan harga retail yang selangit.

2. Adidas Futurecraft x Parley

Harga Retail: -
Harga Jual Kembali: Rp80 juta
Adidas tahu betul caranya bikin sensasi. Contohnya lewat peluncuran Adidas Futurecraft x Parley yang enggak dijual via retail dan hanya dilepas lewat kompetisi daring ini. Makanya sneakerhead jadi penasaran sama sepatu ramah lingkungan, dan berusaha mendapatkannya dari para pemenang yang beruntung. Hasilnya bisa ditebak, sneakers ini dijual dengan harga yang selangit. Di Indonesia sendiri ada salah satu penjual daring yang menjual sneakers yang hanya ada 50 pasang di dunia ini.

1. Nike Mag 2016

Harga Retail: -
Harga Jual Kembali: Rp1 Milyar
Meskipun Adidas punya banyak produk yang bikin heboh, tapi enggak ada yang lebih heboh dari Nike Mag 2016. Sneakers yang digunakan Marty McFly dalam film Back to the Future II ini kembali dirilis oleh Nike lewat sistem undian serta lelang. Sneakers yang sudah 27 tahun dikembangkan oleh Nike ini hanya dibuat sebanyak 100 pasang. Saking ngebetnya, salah satu Nike Mag yang dilelang berhasil terjual seharga US$104 ribu atau jika dirupiahkan mencapai Rp1miliar!
10 Sneakers yang Lebih Mahal dari Mobil Wisnubrata Kompas.com - 03/05/2017, 10:56 WIB Nike Air Mag(Nike) Pada tahun 1979 New York Times menuliskan artikel tentang fenomena kesukaan orang terhadap sneakers yang disebut tidak masuk akal. Fenomena itu berlanjut enam tahun kemudian saat Nike memperkenalkan Air Jordan dan memperoleh penjualan 1,7 triliun rupiah dari sepatu seri itu pada tahun pertama saja. Sejak itu penjualan sneakers makin menggila. Bukan hanya karena semakin banyak jenis, merk, dan seri yang bermunculan, tapi juga karena beberapa item menjadi begitu terkenal dan dianggap barang kolektor sehingga harganya selangit. Semakin langka dan dicari orang, maka harga sepasang sneakers makin melejit. Banyak di antaranya lebih mahal dari harga sebuah mobil. Jika Anda bertanya mengapa orang bersedia membeli alas kaki dengan harga setinggi itu? Jawabannya adalah karena suka dan mampu. Berikut adalah 10 sneakers (yang kebetulan bermerk Nike) di antara sekian banyak sneakers dengan harga tak masuk akal itu. Seri-seri ini hanya sebagian dari lebih banyak seri lain yang ditawarkan dengan harga tinggi di situs-situs lelang. Seiring dengan perubahan tren dan waktu, Anda akan menemukan sepatu-sepatu lain yang harganya lebih tinggi. 10. Nike Air Jordan II Retro Nike Air Jordan II Retro(nike) Air Jordan II aslinya memiliki bantalan udara sepanjang solnya untuk kenyamanan pemakai. Bantalan itu ditutup lapisan sol luar. Tidak seperti Air Jordan I, seri ini dibuat di Italia. Air Jordan II diluncurkan pada musim pertandingan 1986-1987, dan dirilis ulang sebanyak enam kali. Pasangan sepatu versi retro yang dijual 12.000 dollar AS (sekitar Rp 160 juta) di situs stadiumgoods ini adalah rilis tahun 2013, dan dijuluki “Legends of the Summer,” seperti nama konser Justin Timberlake di tahun yang sama. 9. Nike Air Jordan III Retro Unreleased Air Jordan III retro unreleased Drake vs Lil Wayne(Nike) Air Jordan III dipromosikan dalam kampanye “Mars and Mike” dengan bintang Spike Lee. Pertama kali diperkenalkan tahun 1988, versi retro seri ini dirilis ulang tujuh kali. Pasangan yang dijuluki "Drake vs Lil Wayne” ini dikeluarkan tahun 2014, bersamaan dengan konser penyanyi rapper tersebut. Sepatu yang dijual seharga 12.500 dollar AS (sekitar Rp 166 juta)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Sneakers yang Lebih Mahal dari Mobil", https://lifestyle.kompas.com/read/2017/05/03/105636320/10.sneakers.yang.lebih.mahal.dari.mobil.
Penulis : Wisnubrata

5 HAL YANG HARUS DIKETAHUI DARI ROLEX SUBMARINER

Rolex Submariner mungkin adalah timepiece yang paling didambakan oleh para penggemar jam tangan, baik pemula hingga veteran. Pertanyaannya adalah; Mengapa?
Bagi para penggemar jam tangan yang sudah lama bermain di areanya, proses berburu arloji Submariner memiliki sensasi ketegangan tersendiri. Hal ini juga dipicu karena langkanya arloji Submariner. Salah satu contoh yaitu Ref. 6536 yang diproduksi tahun 1955 sebanyak seratus buah saja dan Ref. 6538 dengan crown besar dan depth rating merahnya. Ref. 6538 dipakai untuk pertama kalinya oleh aktor Sean Connery dalam film Dr. No. Berbagai Submariner langka bagaikan permata terbesar di mahkota seorang raja, dan pengikut setia Rolex pasti akan terus mengamati timepiece spesial tersebut.

Di luar penjualan pada rumah lelang, Submariner adalah pilihan yang cukup bersahabat bagi orang yang pertama kali membeli jam mewah. Dengan harga yang berkisar di angka 100 jutaan rupiah untuk sebuah model entry-level, timepiece tersebut menawarkan kemewahan horologi yang bergengsi dan harga yang mungkin akan membuat saldo tabungan Anda sedikit memar tanpa meninggalkan terlalu banyak luka.

Masihkah Anda bertanya-tanya apakah Submariner akan menjadi pembelian besar pertama Anda? Larutkan diri Anda dalam sedikit nostalgia dan beberapa fakta tentang Submariner berikut, dan lihat apakah jam tersebut masih terus memanggil Anda.

Berakar Dari Waterproof
Meskipun Submariner baru dirilis di tahun 1953, sejarah arloji tersebut dimulai sejak tahun 1926. Pada tahun tersebut, Rolex merilis koleksi arloji kedap air Oyster (gambar di bawah) untuk pertama kalinya. Jam tangan ini menjadi terkenal setelah dikenakan oleh Mercedes Gleitze saat ia berenang menyebrangi Selat Inggris di tahun 1927. Koleksi Oyster tentunya memiliki daya pikatnya sendiri dan berkembang menjadi banyak tipe model, termasuk arloji Submariner. Pada rilis pertamanya, arloji Submariner dinobatkan sebagai arloji pertama di dunia yang dapat dipakai untuk penyelaman laut dalam. Penggemar Submariner sejati manapun tentunya harus tahu arloji yang menjadi akar dari Submariner dan sumber DNA agung yang terkandung dalam timepiece tersebut hingga saat ini.


Kredensial Penyelaman
Sepanjang tahun 1930-an, Rolex bertindak sebagai pihak luar yang menyuplai movement dalam case Oyster bagi Panerai. Pada tahun tersebut, Panerai adalah pemasok arloji selam bagi angkatan laut militer Italia. Ketika tiba saatnya bagi Submariner untuk menerima sorotan, arloji tersebut telah mencapai bentuk sempurna. Original Submariner (gambar di bawah) berdiameter 37mm, dilengkapi dengan bi-directional rotating bezel, dan kedap air hingga 100 meter.


Berevolusi Perlahan-lahan
Submariner adalah suatu arloji yang berubah secara konstan. Versi awal jam tersebut tidak memiliki ‘Mercedes’ hour hand yang kini merupakan fitur desain penting. Mereka juga tidak memiliki tulisan ‘Submariner’ terukir pada permukaan dial. Dengan berlalunya beberapa tahun, koleksi tersebut mengalami berbagai perbaikan fitur yang bermanfaat. Berbagai perkembangan yang dilalui adalah peningkatan kekedapan air hingga kedalaman 300 meter, penambahan display tanggal sejak tahun 1969, unidirectional bezel di tahun 1981, dan bezel keramik di tahun 2012.

Koneksi ‘Bond’
Selain performa arloji yang mengesankan dan dapat dipercaya, ada satu alasan lain mengapa Submariner sangat populer di pasar jam tangan. Hal ini disebabkan oleh munculnya arloji Submariner pada film-film generasi awal James Bond yang dibintangi oleh Sean Connery. Kali terakhir James Bond mengenakan arloji Rolex di layar lebar adalah tahun 1989 dalam film "Licence to Kill" dengan sebuah Submariner.

Untuk Memulai
Berdasarkan pemeriksaan kami, Submariner paling basic yang dapat Anda miliki adalah Ref 114060 (gambar di bawah) dengan bezel dan dial Cerachrom hitam, tanpa display tanggal. Harga arloji tersebut kira-kira 100 jutaan rupiah. (Harap periksa dengan dealer Rolex resmi dekat Anda untuk harga yang lebih akurat) Anda akan mendapatkan sebuah jam tangan selam ikonis yang terbuat dari high-grade stainless steel, dan dilengkapi Superlative Chronometer-certified in-house automatic movement, yang menawarkan power reserve 48 jam dan akurat hingga +2/-2 detik per hari. Meskipun dibandingkan dengan jam tangan premium keluaran Rolex lainnya, dengan harga yang lebih mahal sekalipun, Submariner pada intinya memang sebuah timepiece yang amat spesial.

SUPREME

SUPREME

Pada jam 9 pagi pada sebuah Kamis, 300 pria muda terlihat mengantri di sepanjang sebuah jalan di Soho, London. Di ujung depan antrian tersebut adalah Nick, pria asal Wembley yang berumur 18 tahun. Dia menguap dengan kesal ketika saya mendekatinya. Menurut pengakuannya, dia telah menunggu selama 23 jam dan mencoba untuk tidur di salah satu kursi berkemah yang terlihat memenuhi jalan. Pria di antrian paling belakang, Werner, yang berumur 17 tahun, terbang ke London dari rumahnya di Finlandia pagi ini, hanya untuk ikut mengantri seharian.
Kira-kira satu jam lagi, pintu toko Supreme London akan dibuka, dan semua orang di sini—Nick yang sudah kelelahan; Werner yang sabar; beberapa remaja dari Cardiff, Newcastle, dan Canterbury; seorang pria yang mengenakan kantong tidur Supreme seakan-akan itu Snuggie—akan mendapatkan kesempatan untuk menginjakkan kaki mereka ke dalam toko, melewati manekin yang tersenyum, dan melihat-lihat sejumlah topi, mantel, hoodie dan kaos yang dirilis musim ini.

Mayoritas orang-orang yang mengantri langsung menuju sebuah kaos yang menampilkan foto murung dari Morrissey yang merupakan seorang vegetarian. Morrissey tidak mau foto ini digunakan oleh Supreme mengingat mereka pernah berkolaborasi dengan sebuah restoran burger. Dia juga tidak suka dengan mukanya di foto tersebut. Werner sadar bahwa dia tidak akan mendapatkan kaos ini; ketika dia akhirnya masuk ke toko, kaos ini akan sudah habis terjual, bersama dengan barang-barang lainnya yang ia incar. Tapi gak papa kok. Dia tidak keberatan membayar biaya pesawat dan penginapan di hotel—dan kemudian mengantri selama enam jam—dengan harapan dia akan menemukan sesuatu dalam ukurannya, meski cuma sebuah celana boxer.
Kejadian seperti ini sangatlah normal. Setiap kali Supreme merilis serangkaian barang dagangan terbaru mereka di sepuluh toko yang mereka miliki di Eropa, Amerika, dan Jepang — yang dilangsungkan setiap Kamis dimulai dari setiap koleksi — ratusan orang bolos sekolah atau kantor hanya untuk mendapatkan giliran pertama. Beberapa minggu setelah kunjungan saya, manajer toko Supreme London mengatakan kepada para pelanggan mereka bahwa jika ingin menginap di jalan, mereka hanya boleh mulai mengantri mulai Kamis pagi — bukan Rabu malam — karena gerombolan orang yang tidur di jalan setiap minggunya ini membuat pemerintah lokal meradang. Jangan lupa bahwa setiap orang ini mengenakan pakaian seharga lebih dari 3 juta rupiah.

Antrian di luar toko Supreme di London di hari SS16 diluncurkan untuk pertama kali.
Tidak ada merek pakaian lain yang mempunyai pelanggan sefanatik ini. Ralph Lauren pernah memiliki "Lo-Lifes," segerombolan pemuda dari Brooklyn yang menghabiskan awal tahun 90an membeli Polo sebanyak mungkin. Sneakerheads biasanya merupakan pelanggan Nike. Namun apabila kita menggunakan standar Supreme, semua kasus ini hanyalah sekedar obsesi merek yang ringan—pelanggan mereka hanyalah kelas bulu dibanding dengan pelanggan kelas berat Supreme: anak-anak yang tidak keberatan mengantri, dan para pria dewasa yang menghabiskan banyak uang hanya untuksebatang dupa vintage Supreme.
Fandom ini dengan sendirinya juga merupakan sebuah subkultur. Bahkan, ada grup facebook khusus pemuja supreme. Sup Talk adalah grup facebook supreme terbesar di Eropa. Di dalamnya, anggota bebas membeli, menjual barang supreme atau ngobrol tentang supreme.

Grup ini berisikan 60.000 anggota. Jumlah ini sudah pasti lebih besar dibanding subkultur-subkultur remaja lainnya di benua tersebut, seperti cyber-goth, atau gerombolan pemuja vaping. Di dalam forum ini, anda akan menemukan berbagai macam pemuja Supreme, dari fan hip-hop yang elitist dan segerombolan bocah-bocah tajir berumur 13 tahun hingga skaters, seleb Instagram, dan kolektor perangko dari generasi streetwear: para pria yang ujung-ujungnya membeli semua variasi warna satu model topi spesifik, satu set penuh jaket Supreme X Stone Island, atau setiap kaos berisikan logo kotak Supreme yang ikonik.
Sebelum setiap "hari peluncuran," anggota SupTalk membicarakan tentang item favorit mereka yang akan dirilis—misalnya kaos Morrissey, atau sepasang sepatu kulit ular hasil kolaborasi dengan Air Max yang dirilis beberapa bulan setelah saya mengunjungi toko. Di dunia maya, barang-barang bersensasi ini terjual dalam seperseribu detik—hanya dengan mengeluarkan uang sebanyak Rp 1.700.000, anda bisa membeli "bot" yang akan membelikan anda barang yang anda mau ketika pertama kali muncul di toko digital Supreme. Supreme hanya merilis barang-barang dalam jumlah terbatas, jadi kalau sudah habis, ya habis.

Hingga akhirnya barang-barang ini muncul lagi, di SupTalk atau eBay, dengan harga selangit. Beberapa item dijual dua kali lipat harga normal, menggunakan semacam konsep kenaikan harga yang kita biasa lihat di popcorn bioskop. Ini kerap terjadi beberapa tahun terakhir, seiring naik drastisnya minat terhadap Supreme. Sebuah jaket denim pink SS16 seharga Rp 2.700.000 dijual kembali kepada seorang pembeli di Kyoto seharga Rp 39.000.000. Di sebuah website penjual pakaian high-end bernama Grailed, anda akan menemukan banyak item Supreme lama seharga sebuah tiket pesawat dari London ke Bangkok. Anak-anak sekolah kaya yang dulunya menghabiskan uang orang tua di PlayStations dan TV plasma dan tidak peduli terhadap fashion, sekarang membayar "perwakilan" untuk mengantri di hari peluncuran dan membeli pullover seharga Rp 2.200.000.

Darimana datangnya histeria ini? Mengapa orang-orang membuat kuil pemujaan Supreme di dalam kamar mereka dan tidak malu sama sekali? Mengapa bocah-bocah remaja membeli tiket pesawat terbang hanya demi sepasang celana boxer? Reaksi neurokimia macam apa yang mendorong anda untuk membeli delapan versi kaos mahal yang hampir serupa? Mengapa banyak orang sangat terobsesi dengan Supreme?
Hype adalah alasan yang paling banyak disebut. Pembicaraan seputar merek inilah yang akhirnya menghasilkan hype—hanya melihat Drake atau Kanye mengenakan artikel Supreme cukup untuk mendorong orang untuk menghabiskan tabungan hari tua mereka ketika barang-barang yang sama muncul di eBay. Tapi apa iya hanya ini penjelasannya? Memangnya manusia—bentuk evolusi paling sempurna dari makhluk daratan, penemu stasiun luar angkasa, dan payung untuk dua orang—segitu gampangnya tergoda?

Jika anda adalah tipe seseorang yang menghabiskan waktu memikirkan apa yang keren dan ngetren, kemungkinan anda akan kehilangan minat di Supreme seiring popularitasnya naik. Namun sepertinya Supreme tidak kehilangan penggemar berat karena jumlahnya terus tumbuh (kecuali beberapa orang-orang terlalu keren di SupTalk yang mencaci maki setiap nubie mulai mengenakan Supreme). Anda bisa juga mengatakan bahwa Supreme menghasilkan pakaian yang enak—dan, untuk beberapa orang, ini adalah alasan mengapa mereka menghabiskan uang mereka. Namun, untuk sebagian orang lainnya, level kesetiaan ini tak sekadar ditimbulkan oleh kapas dan benang semata.
Beberapa kaos Supreme milik kolektor Musa dan Akbar Ali
Di tahun 1994, Supreme membuka sebuah toko skate di Lower Manhattan. Sang pendiri, James Jebbia, kerap enggan menemui pers. Dia menolak tawaran interview untuk tulisan ini namun mengatakan kepada Interview Magazine bahwa perusahaan-perusahaan skate di awal 90an lebih melayani anak-anak suburban berumur 13 tahun dibanding skater-skater tua seperti di New York yang berusaha menghindari terlihat seperti bocah tua demi mendapat perhatian para wanita. Untuk mengatasi masalah ini, tokonya mulai membuat kaos dalam jumlah kecil, disusul hoodies, sweater; kemudian, toko ini mengeluarkan item hasil kolaborasi seperti sepatu kolaborasi dengan Nike dan Clarks, mantel dengan North Face dan Stone Island, hoodie dengan Comme des Garcons dan jeans dengan APC. Dari kaos yang menampilkan karya pelukis surealis H.R. Giger dan seniman pelopor hentai, Toshio Makeda hingga papan skate yang menampilkan desain seniman-seniman kontemporer seperti Richard Prince, John Baldessari dan Jeff Kons, Supreme bertransformasi dari sekedar tempat nongkrong para skater di kota menjadi merk kultus dunia yang menghasilkan karya eklektik menandingi beberapa rumah mode terkemuka di dunia.

Hingga kini, Supreme terus mengeluarkan produk-produk dalam jumlah terbatas. bahwa ini dimaksudkan agar "kami tidak stuck dengan barang-barang yang orang tidak inginkan." Namun mengingat setiap barang baru di toko online selalu ludes hanya dalam beberapa menit, kekhawatiran akan gudang yang penuh dengan barang-barang tidak laku sepertinya tidak relevan lagi. Malah, guru ekonomi anda mungkin akan mengatakan bahwa model bisnis Supreme yang mengandalkan barang yang jumlahnya terbatas merupakan cara yang efektif untuk menciptakan permintaan pasar. Seorang kolektor Supreme di London Barat bernama Musa Ali menjelaskan: "Salah satu penyebab kegilaan terhadap Supreme adalah faktor sosial yang kompetitif—untuk bisa tampil di publik mengenakan pakaian yang mungkin tidak semua orang punya."

Tapi kenapa? Mengapa kita menaruh nilai yang sangat tinggi di barang unik? Siapa juga yang akan takjub kalau ubin dapur kita cuma satu-satunya di dunia? Gak ada. Hanya saja di sini masalahnya bukan orang lain. Di sini, biang keroknya adalah anda sendiri.
"Dalam istilah evolusioner, kita semua mengoleksi sesuatu," kata Dr. Dimitrios Tsivrikos, psikolog konsumsi dari University College London. "Kita mengoleksi barang-barang dan kekayaan untuk bertahan hidup, namun kelangsungan hidup tidak hanya bergantung pada hal-hal jasmani. Secara psikologis, kita juga perlu membedakan diri kita dengan orang lain. Di jaman dulu, suku-suku primitif mendekorasi diri mereka sendiri dengan bulu-bulu atau batu-batuan berharga untuk memisahkan diri mereka dari anggota suku yang lain dan menarik calon pasangan hidup. Menggunakan logika yang sama, mengoleksi item Supreme adalah cara seseorang membangun identitasnya."

Masalahnya, orang-orang awam tidak akan menyadari bahwa anda sedang mengenakan kaos logo kotak Supreme super langka, yang terinspirasi Suparnos dan yang anda dapatkan setelah mengumpulkan 15 juta rupiah dalam 8 bulan. Bagi mereka, yang anda kenakan hanyalah sebuah kaos, sama seperti yang orang bisa dapatkan di H&M. Namun, secara psikologis—kata Tsivrikos—ini tidaklah penting: "Kaum millennial sangat sadar akan kelompok konsumer yang berbeda-beda; mereka mencoba membuat kagum rekan-rekan mereka yang mempunyai minat yang sama, yang akan mengenali kaos langka tersebut. Jadi, kita melakukan ini hanya untuk segelintir orang semata."
Ini sangatlah jelas di antrian hari pertama peluncuran artikel baru Supreme musim ini. Semua orang berdandan dalam kostum terbaik mereka: mantel, hoodie dan kaos super langka yang biasa disebut sebagai "harta karun"—atau "dambaan"—oleh anggota SupTalk. "Daya tariknya berada di ekslusifitasnya," aku Nelly, penduduk London berumur 19 tahun yang sedang menunggu "perwakilannya" untuk mengirimkan kaos Morrissey pesanannya. "Kalau ada logo kotak Supreme di sebuah pakaian, orang akan membelinya. Orang-orang ingin dilihat mengenakan Supreme, dan tidak ada cara yang lebih baik untuk menunjukkan hal ini selain dengan melalui logo tersebut."
Tayler Prince-Fraser, salah satu administrator SupTalk setuju dengan ini. "Anda melihat orang-orang menghabiskan jutaan rupiah untuk item yang mempunyai logo 'Supreme'," katanya lewat sambungan telepon. "Dan orang-orang ini membayar uang bukan untuk nilai estetik desainnya, namun untuk bilang ke dunia bahwa ini loh gue pake Supreme."

Fakta bahwa orang-orang ini sangat bersemangat untuk memberi tahu semua orang bahwa mereka mengenakan Supreme merupakan faktor psikologis penting dalam kesuksesan merek ini. "Banyak faktor-faktor menguntungkan yang membantu kesuksesan Supreme," kata Jonathan Gabay, penulis buku Brand Psychology: Consumer Perceptions, Corporate Reputations. "Namun yang lebih penting adalah bahwa Supreme dimulai di daerah New York oleh para skater. Hal ini membuat mereka lebih otentik, atau terlihat lebih otentik. Fakta bahwa mereka telah bekerja sama dengan desainer-desainer lain tidak relevan; yang penting adalah bagaimana awalnya Supreme dikenakan oleh orang-orang otentik—mereka tidak mengenakan item-item Supreme tersebut karena sedang ngetren di masa itu."
Dalam dekade terakhir, ada banyak penekanan terhadap "otentisitas," baik oleh sebuah merek maupun individu. Kita ketakutan dianggap sebagai poser karena ini artinya kita menjalani realitas palsu—bahwa kita tidak memahami diri kita sendiri. Mungkin ini adalah obrolan yang sedikit terlalu berat ketika membicarakan tentang sebuah merek pakaian, tapi secara psikologis, ini ada pengaruhnya.
"Sebuah merek merupakan perpanjangan dari diri seseorang—secara psikologis, bagaimana anda ingin dilihat di mata dunia, atau apa yang anda ingin dunia pikirkan tentang anda," kata Gabay. "Namun lebih dalam dari itu: bagaimana anda melihat diri anda sendiri, melalui merek tersebut."
Jebbia mengatakan kepada Business of Fashion bahwa "apa yang kita lakukan merupakan sebuah mindset," dan apabila Supreme mewakili otentisitas , maka keinginan untuk mempunyai kualitas inilah yang menyebabkan obsesi terhadap item-item pakaian Supreme, entah secara sadar atau tidak. Apabila anda mengenakan sepatu sneaker putih merek Armani, berarti anda terkesan suka membayar alkohol yang kelewat mahal. Apabila anda mengenakan Vetements, berarti dunia tahu anda rela membayar Rp 17 juta untuk sebuah hoodie. Dengan mengenakan Supreme, anda menjadi bagian dari klub mereka, dan semua hal yang mereka wakili. Ketika Supreme merilis pakaian menampilkan wajah Dipset, William Burroughs, dan Raekwon—yang dianggap sebagai orang-orang keren—anda bisa ikut-ikutan keren (biarpun bila anda sebetulnya tidak). Mengenakan kaos dengan logo kotak Supreme berarti anda mempunyai pengetahuan kultural yang luas, sama seperti mereka yang terlibat dengan merek tersebut—bahwa anda seotentik merek tersebut (biarpun bila anda sebetulnya tidak).

Dalam waktu enam tahun, Palace—perusahaan skate British—telah menjadi nama besar lainnya di dunia streetwear. Ini sebagian disebabkan oleh hype, fakta bahwa mereka dikenakan oleh orang-orang yang tepat dan karena desain mereka mengikuti kebangkitan sportswear yang sedang terjadi di UK. Namun, kebangkitan Palace juga ada hubungannya dengan fakta bahwa merek ini terkesan authentic secara inheren : dipopulerkan dan dikenakan oleh para skater di London yang tidak perduli entah ini ngetren atau tidak. Ada video di YouTube yang menampilkan seorang remaja berduit yang mengatakan bahwa dia memilih Palace dibanding Supreme karena Palace "lebih jalanan." Ini sudah menjelaskan semuanya : Banyak orang membeli barang-barang ini karena mereka ingin memproyeksikan versi diri yang mereka ingin dunia lihat. Mungkin obsesi ini — paling tidak untuk beberapa orang — dimulai ketika proyeksi ini berusaha untuk dipertahankan.
Iklan
Untuk beberapa orang lain, seperti kolektor macam Musa Ali dan saudaranya, Akbar, obsesi ini datang dari tempat yang berbeda.
"Saya tidak pernah merasa terbebani harus menyukai sebuah merek atas dasar nilai yang mereka punya," kata Musa. "Biarpun saya seorang skater, saya sudah bertahun-tahun enggak maen. Buat saya dan saudara saya, yang penting adalah desain Supreme — konsistensi mereka dalam merilis barang-barang bagus dan berkolaborasi dengan bermacam-macam orang — dan tabiat kami sebagai kolektor. Kami senang mengoleksi barang-barang sejak kecil — kami masih punya semua kartu Yu-Gi-Oh! — dan dari dulu selalu kompetitif kalau sudah urusan koleksi.
Tiga variasi warna lengkap dari jaket Supreme x Public Enemy, milik kolektor Musa dan Akbar Ali.
Guna menjelaskan apa yang ia maksud dengan "tabiat kolektor," Musa mengeluarkan sebuah jaket hasil kolaborasi Supreme dengan Public Enemy di tahun 2006. "Awalnya saya membeli jaket ini dalam warna merah dan saya pakai terus," katanya. "Lalu saya pikir, kenapa gak sekalian beli lagi yang warnanya beda? Yang warna kuning susah dicari karena itu sudah tua. Ketika saya berhasil mendapatkannya, saya pikir, saya udah punya dua dari tiga versi; sekalian aja lengkapin. Saya melakukan hal yang sama dengan kaos ini: pertama dapat yang warna burgundy, kemudian warna kuning, terus saya berpikir, wah kasian yang lain kalo gak dibeli nih."
Meski Musa dan Akbar memakai sebagian besar dari koleksi mereka, sekitar sepertiga lainnya—kebanyakan kaos dengan logo kotak Supreme atau muka selebriti seperti Mike Tyson dan Kate Moss—masih terbungkus rapi di dalam kemasan.

"Setiap Kamis dalam sekitar empat tahun terakhir, Supreme selalu menghabiskan waktu saya setiap Kamis pagi. Saya berpikir, wah udah repot begini, mesti ada yang bisa dipamerin nih. Sesuatu yang berharga," kata Musa, sembari menjelaskan kenapa beberapa kaosnya tidak pernah dipakai. "Kaos dengan logo kotak Supreme berwarna emas—yang dirilis oleh toko di Nagoya—jadi lusuh setelah dipakai dan dicuci. Ada satu kaos lagi yang kita punya, dirilis tahun 2001 atau 2002, saya tidak mau memakai kaos itu karena takut noda."
Ini mungkin kedengarannya mubazir bagi sebagian orang—setelah menghabiskan berbulan-bulan untuk mencari sesuatu, atau berjam-jam mengantri, namun begitu dapat hanya disimpan di lemari. Namun begitu anda memperlakukan barang-barang Supreme seperti koleksi porselen antik atau koin langka, ini akan lebih mudah dimengerti. Anda tidak akan memakan pasta menggunakan piring porselen antik atau membeli bir menggunakan koin abad 17, tapi bukan berarti anda tidak bisa mengoleksi mereka.

"Ada banyak orang yang mempunyai gudang hanya untuk koleksi mereka. Koleksi mereka udah kayak rekening bank kedua," kata Musa. "Mereka mengandalkan kumpulan katun-katun yang akan bertambah umur layaknya fine wine sebelum akhirnya menjual mereka ke orang-orang yang baru akan memulai perjalanan mereka ke dunia Supreme, yang—untuk para kolektor—tidak ada habisnya."
Musa (kiri) dan Akbar Ali (kanan) duduk di antara koleksi Supreme mereka
Banyak juga yang membenci Supreme—orang-orang yang repot-repot ngurusin pakaian orang lain lalu berkoar-koar di dunia maya. Namun, ini tidak menghentikan munculnya pelanggan-pelanggan baru yang memulai obsesi mereka dengan Supreme, entah karena secara tidak sadar memburu otentisitas, atau karena seperti Musa dan Akbar, mereka secara psikologis terprogram untuk menimbun barang dengan alasan sendiri. Kita tunggu berapa lama Supreme akan bertahan.
Pertumbuhan fisik memang sengaja dibuat lamban: Supreme hanya membuka dua toko baru dalam enam tahun terakhir. Namun apabila Supreme terus berhasil meraih pelanggan baru dengan laju yang sama cepatnya dengan sekarang, akan sangat sulit bagi mereka untuk mempertahankan nuansa eksklusif dan otentik yang menjadi senjata andalan mereka. "Saya merasa nilai dari Supreme sudah berkurang sedikit," kata Musa. "Terutama semenjak toko-toko baru dibuka."
Walaupun begitu, Supreme adakah sebuah merek yang sangat menguasai image mereka—dan sepertinya mereka masih akan bertahan beberapa tahun lagi di dunia streetwear, tidak peduli berapa banyak toko lagi yang akan mereka buka.