IRON MAN 3
Tanggal rilis: 25 April 2013 (Indonesia)
Genre: Action
Durasi:130 menit
Sutradara: Shane Black
Pemain: Robert Downey Jr., Gwyneth Paltrow, Don Cheadle, Guy Pierce, Rebecca Hall, Ben Kingsley
Studio: Marvel Studios, Waltz Disney Studios
Sutradara untuk Iron Man 3 kali ini tidak lagi dipegang oleh Jon Favreu. Posisi itu kini dipegang oleh Shane Black (Kiss Kiss Bang Bang). Tidak hanya pergantian sutradara, Paramount Pictures juga tidak lagi terlibat dalam pembuatan film Iron Man 3 yang dimulai sejak 23 Mei 2012 tersebut, melainkan Waltz Disney Studios yang kini bekerja sama dengan Marvel sepanjang pembuatan film. Dengan adanya pergantian tersebut, Anda akan mendapatkan pengalaman menonton Iron Man yang cukup berbeda jika dibandingkan dengan dua film Iron Man terdahulu.
Mengambil seting cerita setelah film The Avengers, Tony Stark (Robert Downey Jr.), sang Iron Man, dikisahkan mengalami trauma akibat peristiwa yang ia alami ketika melawan ras alien Chitauri. Dari pengalaman tersebut, ia menyadari bahwa dirinya tidak cukup kuat untuk bisa melindungi orang-orang penting baginya. Akibat traumanya tersebut, Tony mengalami kesulitan tidur dan sangat terobsesi membuat berbagai inovasi untuk memperkuat kostum Iron Man-nya.
Tingkah laku Tony yang tampak makin terobsesi dengan kostum Iron Man tersebut dikhawatirkan oleh Pepper Potts (Gwyneth Paltrow) dan membuat hubungan keduanya sedikit memburuk. Terutama ketika Tony kepergok mengintai dengan bantuan Happy Hogan (Jon Favreau) tentang apa yang dilakukan oleh Potts di dalam kantor perusahaan Stark, di mana ia bertemu dengan Aldrich Killian (Guy Pearce). Belum dapat mengatasi permasalahan psikis yang dialaminya, Tony diganggu aksi terorisme berupa rentetan kasus pemboman di beberapa lokasi. Informasi tentang dalang kasus tersebut tersebut datang dari James Rhodes (Don Cheadle). Rhodes menjelaskan bahwa pria yang bertanggung jawab akan aksi tersebut memperkenalkan diri sebagai seorang “guru” yang kerap disebut sebagai The Mandarin (Ben Kingsley). Tony pun menantang The Mandarin untuk menghentikan terornya.
Tadi adalah sedikit cerita tentang IRON MAN sendiri, sekarang saya akan menjelaskan tentang proses penggunaan AI pada film IRON MAN 3 ini sendiri.
JARVIS ( Just A Rather Very Intelegent System ) merupakan kecerdasan buatan atau AI dalam film Iron Man ia diperlihatkan seperti core membrane. Interface Jarvis menggunakan tampilan GUI yang canggih dengan perangkat peripheral holografik yang berwarna biru serta masukan (input) berupa suara dan mengkomunikasikan data kembali ke pengguna melalui output suara dan tampilan holografik, juga ketika ia berbicara akan terihat lampu biru berkelip disekitar core tersebut. Jarvis diprogram dapat menggunakan semua teknologi disekitarnya asalkan ia terhubung dengan teknologinya.
Jarvis muncul dalam bentuk holograms, computer dan bangakses database yang tidak terbatas, alat, bahkan system program dapat dia kendalikan. Jarvis terhubung dengan jaringan informasi global dan menggunakan hologram sebagai tampilan untuk berkomunikasi dengan tony. Jarvis dapat melakukan banyak hal yang diperintahkan, contoh ketika ia dapat melakukan hacking pada jaringan pemerintah, saat ia juga mampu untuk menampilkan 3D hologram view tempat kejadian ledakan, atau ketika ia bisa mengendalikan dari jarak jauh baju iron man yang sudah ditambahkan teknologi Jarvis. Selain berfungsi sebagai pengelola fungsi robot , JARVIS juga berfungsi sebagai pengelola lingkungan rumah Tony Stark atau bisa disebut Smart Home .
Thinking Humanly, Pada dasarnya JARVIS dibuat untuk dapat membantu tony stark dalam setiap pekerjaan dan kehidupannya. Sehingga dia diprogram dalam bentuk Ai atau kecerdasan buatan, seperti JARVIS diberikan akses database yang dapat membantu dia dalam mencari solusi atau informasi yang dibutuhkan. Dia juga dilengkapi sensor suara agar mengetahui respon apa yang akan diberikan kepada orang yang berbicara dengannya dan JARVIS juga dapat merespon pertanyaan dan dapat memberi jawaban / pendapatnya sendiri atas pertanyaan tersebut, sehingga Jarvis dapat berpikir tergantung apa yang users pikirkan.
Acting Humanly, Sistem agen cerdas terintegrasi juga pada rumah maupun setiap aspek kehidupan Tony. Interaksi Tony dengan JARVIS sangat mendalam pada lingkungan nyata. Di kantornya, Tony duduk di dalam proyeksi yang dapat dimanipulasi oleh gerakan, melakukan analisis Forensik dari TKP yang ditampilkan dalam bentuk 3D. Selain itu, Tony dapat dapat berinteraksi dengan Jarvis menggunakan sistem pengenalan suara. JARVIS juga memiliki tingkah layaknya manusia yang lainnya contohnya pada adegan dimana Iron Suit milik Tony Stark jatuh karena hanya memiliki 5% tenaga yang tersisa , disini JARVIS merespon dengan kata – kata “ Sepertinya aku butuh tidur “ ini menunjukkan JARVIS berperilaku layaknya manusia yang kelelahan dan butuh istirahat.
Thinking Rationaly, Dalam film aspek ini ditunjukkan pada saat Tony Stark menyelamatkan para penumpang pesawat yang berjumlah 13 orang, pada adegan ini Tony bertanya pada JARVIS “ berapa banyak orang yang bisa kubawa ? “ dan JARVIS menjawab “ 4 orang “. Disini JARVIS berpikir secara rasional dengan pertimbangan total beban dari 13 orang dan kondisi Iron Suit yang kurang baik maka membawa 13 orang sekaligus itu tidak mungkin jadi dia menjawab 4 orang berdasarkan pertimbangan tersebut.
Acting Rationaly, Aspek ini terlihat pada adegan saat Tony bertarung menggunakan Iron Suit terbarunya MK42, tanpa diberikan perintah JARVIS langsung merespon dengan memberi pendapat bahwa Iron Suit tersebut belum siap digunakan untuk bertempur, ini menunjukkan bahwa JARVIS dapat memberikan aksi yang rasional atau sesuai fakta yang ada, dimana fakta tersebut adalah Iron suit tersebut masih dalam tahap pengembangan jadi tidak cocok digunakan untuk bertempur .
Genre: Action
Durasi:130 menit
Sutradara: Shane Black
Pemain: Robert Downey Jr., Gwyneth Paltrow, Don Cheadle, Guy Pierce, Rebecca Hall, Ben Kingsley
Studio: Marvel Studios, Waltz Disney Studios
Sutradara untuk Iron Man 3 kali ini tidak lagi dipegang oleh Jon Favreu. Posisi itu kini dipegang oleh Shane Black (Kiss Kiss Bang Bang). Tidak hanya pergantian sutradara, Paramount Pictures juga tidak lagi terlibat dalam pembuatan film Iron Man 3 yang dimulai sejak 23 Mei 2012 tersebut, melainkan Waltz Disney Studios yang kini bekerja sama dengan Marvel sepanjang pembuatan film. Dengan adanya pergantian tersebut, Anda akan mendapatkan pengalaman menonton Iron Man yang cukup berbeda jika dibandingkan dengan dua film Iron Man terdahulu.
Mengambil seting cerita setelah film The Avengers, Tony Stark (Robert Downey Jr.), sang Iron Man, dikisahkan mengalami trauma akibat peristiwa yang ia alami ketika melawan ras alien Chitauri. Dari pengalaman tersebut, ia menyadari bahwa dirinya tidak cukup kuat untuk bisa melindungi orang-orang penting baginya. Akibat traumanya tersebut, Tony mengalami kesulitan tidur dan sangat terobsesi membuat berbagai inovasi untuk memperkuat kostum Iron Man-nya.
Tingkah laku Tony yang tampak makin terobsesi dengan kostum Iron Man tersebut dikhawatirkan oleh Pepper Potts (Gwyneth Paltrow) dan membuat hubungan keduanya sedikit memburuk. Terutama ketika Tony kepergok mengintai dengan bantuan Happy Hogan (Jon Favreau) tentang apa yang dilakukan oleh Potts di dalam kantor perusahaan Stark, di mana ia bertemu dengan Aldrich Killian (Guy Pearce). Belum dapat mengatasi permasalahan psikis yang dialaminya, Tony diganggu aksi terorisme berupa rentetan kasus pemboman di beberapa lokasi. Informasi tentang dalang kasus tersebut tersebut datang dari James Rhodes (Don Cheadle). Rhodes menjelaskan bahwa pria yang bertanggung jawab akan aksi tersebut memperkenalkan diri sebagai seorang “guru” yang kerap disebut sebagai The Mandarin (Ben Kingsley). Tony pun menantang The Mandarin untuk menghentikan terornya.
Tadi adalah sedikit cerita tentang IRON MAN sendiri, sekarang saya akan menjelaskan tentang proses penggunaan AI pada film IRON MAN 3 ini sendiri.
JARVIS ( Just A Rather Very Intelegent System ) merupakan kecerdasan buatan atau AI dalam film Iron Man ia diperlihatkan seperti core membrane. Interface Jarvis menggunakan tampilan GUI yang canggih dengan perangkat peripheral holografik yang berwarna biru serta masukan (input) berupa suara dan mengkomunikasikan data kembali ke pengguna melalui output suara dan tampilan holografik, juga ketika ia berbicara akan terihat lampu biru berkelip disekitar core tersebut. Jarvis diprogram dapat menggunakan semua teknologi disekitarnya asalkan ia terhubung dengan teknologinya.
Jarvis muncul dalam bentuk holograms, computer dan bangakses database yang tidak terbatas, alat, bahkan system program dapat dia kendalikan. Jarvis terhubung dengan jaringan informasi global dan menggunakan hologram sebagai tampilan untuk berkomunikasi dengan tony. Jarvis dapat melakukan banyak hal yang diperintahkan, contoh ketika ia dapat melakukan hacking pada jaringan pemerintah, saat ia juga mampu untuk menampilkan 3D hologram view tempat kejadian ledakan, atau ketika ia bisa mengendalikan dari jarak jauh baju iron man yang sudah ditambahkan teknologi Jarvis. Selain berfungsi sebagai pengelola fungsi robot , JARVIS juga berfungsi sebagai pengelola lingkungan rumah Tony Stark atau bisa disebut Smart Home .
Thinking Humanly, Pada dasarnya JARVIS dibuat untuk dapat membantu tony stark dalam setiap pekerjaan dan kehidupannya. Sehingga dia diprogram dalam bentuk Ai atau kecerdasan buatan, seperti JARVIS diberikan akses database yang dapat membantu dia dalam mencari solusi atau informasi yang dibutuhkan. Dia juga dilengkapi sensor suara agar mengetahui respon apa yang akan diberikan kepada orang yang berbicara dengannya dan JARVIS juga dapat merespon pertanyaan dan dapat memberi jawaban / pendapatnya sendiri atas pertanyaan tersebut, sehingga Jarvis dapat berpikir tergantung apa yang users pikirkan.
Acting Humanly, Sistem agen cerdas terintegrasi juga pada rumah maupun setiap aspek kehidupan Tony. Interaksi Tony dengan JARVIS sangat mendalam pada lingkungan nyata. Di kantornya, Tony duduk di dalam proyeksi yang dapat dimanipulasi oleh gerakan, melakukan analisis Forensik dari TKP yang ditampilkan dalam bentuk 3D. Selain itu, Tony dapat dapat berinteraksi dengan Jarvis menggunakan sistem pengenalan suara. JARVIS juga memiliki tingkah layaknya manusia yang lainnya contohnya pada adegan dimana Iron Suit milik Tony Stark jatuh karena hanya memiliki 5% tenaga yang tersisa , disini JARVIS merespon dengan kata – kata “ Sepertinya aku butuh tidur “ ini menunjukkan JARVIS berperilaku layaknya manusia yang kelelahan dan butuh istirahat.
Thinking Rationaly, Dalam film aspek ini ditunjukkan pada saat Tony Stark menyelamatkan para penumpang pesawat yang berjumlah 13 orang, pada adegan ini Tony bertanya pada JARVIS “ berapa banyak orang yang bisa kubawa ? “ dan JARVIS menjawab “ 4 orang “. Disini JARVIS berpikir secara rasional dengan pertimbangan total beban dari 13 orang dan kondisi Iron Suit yang kurang baik maka membawa 13 orang sekaligus itu tidak mungkin jadi dia menjawab 4 orang berdasarkan pertimbangan tersebut.
Acting Rationaly, Aspek ini terlihat pada adegan saat Tony bertarung menggunakan Iron Suit terbarunya MK42, tanpa diberikan perintah JARVIS langsung merespon dengan memberi pendapat bahwa Iron Suit tersebut belum siap digunakan untuk bertempur, ini menunjukkan bahwa JARVIS dapat memberikan aksi yang rasional atau sesuai fakta yang ada, dimana fakta tersebut adalah Iron suit tersebut masih dalam tahap pengembangan jadi tidak cocok digunakan untuk bertempur .
.
