Minggu, 08 Oktober 2017

Review Komparasi Metode Machine Learning dan Non Machine Learning untuk Estimasi Usaha Perangkat Lunak.



TUGAS REVIEW JURNAL





















Nama                   : Langgeng Pambudhy
Kelas                   : 3KB07
NPM                   : 23115781
Judul                   : Komparasi Metode Machine Learning dan Non Machine  Learning untuk Estimasi Usaha Perangkat Lunak.




Review Jurnal: Komparasi Metode Machine Learning dan Non Machine Learning untuk Estimasi Usaha Perangkat Lunak.

Identitas
Judul                : Komparasi Metode Machine Learning dan Non Machine Learning untuk Estimasi Usaha Perangkat Lunak.
Penulis               : Ega Kartika Adhitya, Romi Satria Wahono dan Hendro Subagyo
Tahun                 : December 2015
Halaman             : 109-113


PENDAHULUAN
Dalam pendahuluan dijelaskan latar belakang penulisan jurnal ini. Dapat di lihat bahwa jurnal ini mengungkit bahasan tentang perangkat lunak, karena jika tidak ada perangkat lunak maka tidak dapat menjalankan perangkat keras yang ada. Untuk estimasi pengembangan perankga lunak dibagi menjadi dua metode, yaitu. Metode Non Machine Learning yang merupakan metode konvesinal dengan tingkat keakuratan rendah dan metode Matching Learning yang tealah digunakan untuk pengembangan perangkat lunak.

Proyek perangkat lunak bersifat dinamis sehingga sulit untuk menemukan metode estimasi yang cocok untuk proyek perangkat lunak misalnya, kinerja yang lebih baik dapat dicapai dengan menghilangkan beberapa atribut, yang dengan ini dapat menghilangkan atribut yang tidak relevan dimana hal ini dapat meningkatkan akurasi estimasi. Untuk meningkatkan akurasi diperlukan algoritma seleksi atribut. Yang dibagi 2 tipe yaitu filter dan wrappting namun        Hasil precision dari tipe wrapper lebih tinggi daripada tipe filter

TUJUAN
Tujuan jurnal ini untuk menseleksi fitur, baru-baru ini digunakan di bidang rekayasa perangkat lunak untuk meningkatkan akurasi, model biaya perangkat lunak. Ide di balik memilih subset paling informatif fitur yang tersedia berasal dari hipotesis bahwa mengurangi dimensi dataset secara signifikan akan mengurangi kompleksitas dan waktu yang diperlukan untuk mencapai perkiraan menggunakan teknik pemodelan tertentu. 

METODE PENELITIAN
1. Model dan variabel penelitian. Variabel yang digunakan yaitu variabel eksogen (variabel bebas), intervening (variabel antara) dan variabel endogen (variabel terikat).
2. Metode Pengukuran. Pada metode pengukuranyang digunagkan yaitu dengan memberikan pertanyaan (kuesioner) kepada para sampel.
3. Metode Analisis. Metode ini yaitu metode dengan menitikberatkan kuantitatif (perhitungan) maka hasil yang didapatkan berupa angka.





HASIL DAN PEMBAHASAN
K-NN mempunyai nilai RSME yang paling baik, dengan nilai RMSE 6.2 untuk dataset Albercth dan 9.4 untuk dataset Desherhanis. NN menghasilkan RMSE 11.7 poin untuk dataset Albercth dan 10.8 untuk dataset Desherhanis . SVM menghasilkan RMSE 11.1 untuk dataset Albercth dan 11 untuk dataset Desherhanis. Dari hasil tersebut, maka dapat kita simpulkan kNN merupakan metode machine learning yang baik.


Gambar ini dapat ketahui bahwa FP mempunyai nilai RSME yang paling baik, dengan nilai RMSE 4.6 poin untuk dataset Albercth dan 21.3 poin untuk dataset Desherhanis. UCP menghasilkan RMSE 8.8 poin untuk dataset Albercth dan 64.3 poin untuk dataset Desherhanis. Dari hasil tersebut, maka dapat kita simpulkan FP merupakan metode non-machine learning yang baik. Gambar ini merupakan grafik komparasi RMSE metode non- machine learning 
 

Perbandingan Hasil Metode Machine Learning dan Non-Machine Learning

pada penelitian ketiga ini dikomparasikan antara kNN dan FP dan menghasilkan kNN sebagai metode terbaik untuk estimasi perangkat lunak. Gambar 4 merupakan hasil komparasi metode machine learning dan non machine learning terbaik untuk estimasi perangkat lunak

 
kNN untuk dua dataset baik dataset Albercth dan dataset Deshernanis, algoritma seleksi atribut FS mendapatkan hasil yang paling baik untuk digunakan pada estimasi usaha perangkat lunak.




KESIMPULAN
SVM didapatkan kNN dengan hasil terbaik dengan nilai RMSE yang paling baik, dengan nilai RMSE 6.2 untuk dataset Albercth dan 9.4 untuk dataset Desherhanis. Hasil dari metode non ML antara FP dan UCP didapatkan FP mempunyai nilai RSME yang paling baik, dengan nilai RMSE 4.6 untuk dataset Albercth dan 21.3 untuk dataset Desherhanis. Dapat disimpulkan hasil dari komparasi antara kNN dan FP dan menghasilkan kNN sebagai metode terbaik untuk estimasi perangkat lunak.
Seleksi atribut FS mendapatkan hasil yang terbaik. Dengan menggunakan kNN untuk dua dataset baik dataset Albercth dan dataset Deshernanis, algoritma Seleksi Atribut FS mendapatkan hasil yang paling baik untuk digunakan pada estimasi usaha perangkat lunak.menghasilkan kNN dengan Seleksi Atribut FS sebagai metode terbaik untuk estimasi perangkat lunak.

DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar