Bab 1 : Konsep
dan Pengertian
Dalam
bab ini diberi tahapan dalam Pembuatan Jalan Tol Cipularang yang menghubungkan
Jakarta Bandung yang memper singkat waktu tempuh kedua kota itu dilakukan
dengan menggunakan cara pengelolaan pekerjaan yang berbeda dengan pengelolaan
pekerjaan-pekerjaan regular.
a.
Definisi Proyek
Proyek
didefinisi kan sebagai sebuah rangkaian aktifitas unik yang saling terkait
untuk mencapai suatu hasil tertentu dan dilakukan dalam periode waktu tertentu
pula (Chaseet al., 1998).
b.
Definisi Manajemen
Proyek
Manajemen
proyek adalah aplikasi pengetahuan (knowledges), Keterampilan (skills), alat
(tools) dan teknik (techniques) dalam aktifitas aktifitas proyek untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan proyek (PMBOK, 2004). Manajemen proyek dilaksanakan melalui
aplikasi dan integrasi tahapan proses manajeman proyek yaitu initiating,
planning, executing, monitoring dan controlling serta akhirnya closing
keseluruhan proses proyek tersebut.
c.
Macam – macam Proyek
1.
Proyek Konstruksi Proyek
ini biasanya berupa pekerjaan membangun atau membuat produk fisik. Sebagai
contoh adalah proyek pembangunan jalan raya, jembatan atau pembuatan boiler.
2.
Proyek Penelitian dan
Pengembangan Proyek ini bisa berupa penemuan produk baru, temuan alat baru,
atau penelitian mengenai ditemukannya bibit unggul untuk suatu tanaman. Proyek
ini bisa muncul dilembaga komersial maupun pemerintah. Setelah suatu produk
baru ditemukan atau dibuat biasanya akan disusul pembuatan secara massal untuk
dikomersialisasi kan.
3.
Proyek yang berhubungan
dengan manajemen jasa Proyek ini sering muncul dalam perusahaan maupun instansi
pemerintah.
d.
Timbulnya lde Proyek
Proyek
bisa dilihat dari cara munculnya ide proyek. Cara munculnya ide ini akan
membawa pengaruh bagaimana suatu pe kerjaan proyek bisa didapat kan oleh suatu
perusahaan
e.
Keberhasilan Manajemen
Proyek
Manajemen
Proyek dianggap sukses jika bisa mencapai tujuan yang diinginkan dengan
memenuhi syarat berikut :
•
Dalam waktu yang dial okasikan
•
Dalam biaya yang dianggarkan
•
Pada per formansi atau spesi fikasi yang ditentukan
•
Diterima kust omer
•
Dengan pe rubahan lingkup pekerjaan minimum yang disetujui
•
Tanpa mengganggu aliran pekerjaan utama organisasi
•
Tanpa merubah budaya (p ositi f) perusahaan
f.
Driving Force Timbulnya
Manajemen Proyek
Driving
force dalam hal ini adalah hal-hal yang memicu atau mendorong sehingga
manajemen proyek muncul dan diperlukan. Yang masuk dalam driving force ini
antara lain:
1.
Proyek Kapital, di mana
organisasi menangani proyek-proyek yang butuh banyak modal dalam waktu yang
sama. Dalam situasi seperti itu diperlukan manajemen proyek.
2.
Harapan kustomer,
Perusahaan yang menjual produk dan jasa termasuk instalasi kepada klien, mereka
harus mempraktikkan manajemen proyek yang baik.
3.
Kompetitifness, Ada
situasi di mana kompetitifness menjadi driving force yaitu adanya proyek
internal dan proyek eksternal. Secara internal, perusahaan akan menemui masalah
jika organisasi menyadari bahwa banyak pekerjaan bisa diberikan ke pihak lain
(outsource) daripada mengerjakan sendiri dengan ongkos lebih mahal.
Bab 2 : Siklus
Hidup Proyek
Di dalam bab ini diberikan tahap tahapan dalam hal perkembangan produk. Tahap
tahapan tersebut yaitu, Perkembangan produk biasanya diawali dengan riset dan
pengembangan (R &D), dilanjutkan dengan pembuatan desain, pengenalan ke
pasar, pertumbuhan, matang, penurunan sampai pr duk tersebut mencapai tahap
mati dan tidak diproduksi lagi. Di dalam setiap tahapan dijelaskan lebih rinci
dan berisi gambar agar pembaca cepat memahami. Jika disimpulkan seperti ini :
a. Riset dan Pengembangan (R&D)
Dimana pada tahap ini sebuah produk yang
akan dipasarkan, terlebih dahulu menentukan model dan desain pembuatan produk.
b. Pengenalan Pasar.
Dimana pada tahap ini produk siap
dipasarkan, dan kita dapat melihat bagaimana tanggapan masyarakat terhadap
produk yang kita pasarkan.
c. Tumbuh
Dimana adanya peningkatan terhadap minat
masyarakat tentang produk yang dipasarkan.
d. Matang
Dimana pada tahap ini
pemasaran produk sudah mencapai batas maksimal maka dari itu perusahaan tinggal
menjaga batas pemasaran produk ini agar dapat berlangsung lama, karena sudah
tidak bisa penambahan produk tersebut.
e. Penurunan
Tahap dimana masa pemasaran
sebuah produk menurun.
f. Mati
Yaitu, dimana sebuah
pemasaran produk mencapai tahapan akhir, karena tidak adalagi minat masyarakat
terhadap produk tersebut dan produk tersebut sudah tidak dipasarkan kembali.
Bab 3 : Organisasi
proyek
Pada bab organisasi proyek
penulis membagi dalam 5 penjelasan, yaitu pendahuluan, proyek sebagai bagian
dari organisasi fungsional dan bentuk organisasi proyek. Pada pendahuluan,
penulis mengemukakan beberapa dasar penyusunan struktur organisasi, yaitu
berdasarkan: produk; lokasi; proses; pelanggan dan; fungsi.
Pada proyek sebagai bagian
dari organisasi fungsional, penulis menjabarkan struktur organisasi fungsional
dengan menggunakan diagram. Struktur organisasi fungsional tersebut memiliki
kelebihan dan kekurangan sehingga pembaca dapat mengetahui dan mengantisipasi
kekurangan yang ada. Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya, penulis
menjelaskan jenis-jenis pemimpin dari proyek mulai dari project
expeditor dan koordinator proyek.
Selain organisasi fungsional,
bentuk-bentuk dari organisasi proyek adalah organisasi proyek murni dan
matriks. Penulis menjelaskan kedua bentuk tersebut dengan menyisipkan diagram
dan memberikan kelebihan dan kekurangan sehingga pembaca dapat memakai bentuk
organisasi sesuai dengan kebutuhan. Pembaca dapat menentukan bentuk organisasi
proyek berdasarkan kriteria-kriteria yang mendasari pemilihannya.
Bab 5: Perencanaan
Proyek
Pada bab 5 ini proyek penulis
membagi dalam 6 penjelasan, yaitu Pendahuluan, proyek sebagai bagian dari organisasi fungsional
dan bentuk organisasi proyek. Pada pendahuluan, penulis mengemukakan beberapa
dasar penyusunan struktur organisasi, yaitu berdasarkan keefisiensian operasi
proyek itu sendiri.
Dan pada proyek sebagian dari organisasi funsional,
penulis ini menuliskan tahap-tahapan perencanaan proyek, membuat jadwal dan anggaran kepada tim
proyek. Dan si penulis memberikan langkah-langkah perencanaannya, didalam
penulisan ini ada bentuk bagan yang menentukan tugas dan konstruksi set-up
pabrik..
Ada lagi selain organisasi pada proyek yaitu
pendefinisian pekerjaan yang bertujuan proyek-proyek ini perlu diterjemahkan
secara lebih operasional, sehingga para pembaca dapat memahami tulisan ini dan
dapat mengetahui definisi pekerjaan, dan tingkat-tingkat deskripsi yang bisa
dilihat pada table atau bagan di penulisan ini.
Bab 6: Penjadwalan Proyek
Didalam bab 6 ini penulis membagi menjadi 3 bagian yaitu,
pendahuluan yang berisikan proyek yang dapat dipecah-pecah dan menjadi paket-paket
pekerjaan itu sendiri, didalam penulisan ini diberitahu bahwa proyek sebagai
bagian dari organisasi fungsional dan bentuk organisasi proyek. Pada
pendahuluan, penulis mengemukakan beberapa dasar penyusunan struktur
organisasi,
Didalam pembagian Diagram Perencanaan dan Penjadwalan
yang pertama dikembangkan adalah Gantt
Charts Nama ini mengacu pada penemunya
Henry L. Gantt, seorang konsultan manajemen terkenal. Penulis juga
memberikan pengetahuan bahwa Gantt ini
adalah seorang konsultan manajemen yang hebat dan terkenal.
Selain konsultan terkenal, penulis juga memberikan
beberapa rumus yang digunakan untuk menjalankan projek proyek ini.Yang
dinamakan PERT atau Project Evaluation and Review Technique, Metode ini pertama
kali digunakan dalam proyek Sistem Rudal Polaris di Angkatan Laut Amerika
Serikat. Proyek ini penuh ketidakpastian dalam hal waktu kegiatan. PERT adalah
salah satu metode yang menggunakan jaringan kerja (network), di samping CPM (Critical
Path Method). Untuk menentukan atau menjadwalkan waktu yang lebih optimal.
Bab 9: Pengendalian Proyek
Pada bab ini penulis memberikan beberapa bagian, yang
pertama pendahulian dan berisikan Tahap manajemen yang berikutnya setelah
pelaksanaan proyek adalah pengendalian. Ini berarti di dalam pelaksanaan
proyek, sebelum proyek selesai, sudah ada proses pengendalian. Ditulis disini
ada beberapa perbedaan antara pengendalian dan perencanaan. Supaya para pembaca
dapat membedakan keduanya.
Kemudian ada langkah-langkah dalam pengendalian yang
berisikan menentukan standar performansi, membandingkan antara performansi
aktual dan performansi standar hasil pekerjaan dan pengeluaran yang sudah
terjadi dibandingkan dengan jadwal, biaya dan spesifikasi performansi yang
direncanakan. Dan melakukan koreksi bila performansi aktual secara signifikan
menyimpang dari yang direncanakan tindakan koreksi perlu dilakukan.
Ada juga dalam pembiayaan biaya tradisional, diberikan
otoritas pekerjaan yang dimana suatu pekerjaan akan muncul dari pihak manajemen
tingkat atas. Kemudian teknik pengumpulan data Perintah kerja (work order) dan
rekening biaya yang bersangkutan adalah bagian penting dalam rangka proses
pengendalian. Perkembangan pekerjaan dan biayanya untuk setiap paket kerja
secara periodik dimasukkan ke dalam PCAS untuk kemudian diringkas dan dihitung untuk
keseluruhan paket kerja dan departemen.
Bab 12 : Mengelola Konflik dalam Proyek
Sebagian besar orang yang pernah aktif dalam organisasi
akan setuju pada satu hal bahwa yang paling sulit adalah mengatur orang,
kemudian munculah konflik didalam suatu organisasi adanya perbedaan opini,
tujuan dan nilai yang dianut seringkali akan memicu terjadinya konflik, apalagi
untuk organisasi proyek yang sering dibentuk jika ada proyek baru.
Konflik
yang ada dalam Organisasi Proyek Di dalam organisasi sendiri sangat besar
peluang untuk terjadinya konflik.. Prioritas pekerjaan, jadwal dan alokasi sumberdaya adalah
sumber-sumber potensial terjadinya konflik dalam organisasi proyek, Para manajer fungsional
kadang-kadang menghalangi dibutuhkannya orang di bawahnya untuk dipekerjakan di
proyek.
Tapi
disisi lain konflik pasti ada manfaat konflik pada organisasi, Konflik yang
dikelola secara benar bisa membawa dampak positif bagi organisasi maupun
individu dalam organisasi. Dampak-dampak positif yang bisa muncul antara lain:
1.
Bisa menghasilkan ide-ide baru yang lebih baik
2.
Memacu orang untuk mencari dan menemukan pendekatanpendekatan baru dalam
menyelesaikan masalah
3.
Memunculkan masalah lama ke permukaan dan kesepakatan
tentang
adanya masalah tersebut
4.
Memacu orang untuk menjelaskan pandangannya
5.
Menyebabkan tekanan yang akan menstimulasi perhatian dan
kreativitas
seseorang
6.
Memberikan kesempatan kepada seseorang untuk menguji kapasitas
Kemampuannya
Bab 13: Manajemen Risiko Proyek
Manajemen Risiko pada proyek meliputi langkah memahami
& mengidentifikasi masalah potensial yang mungkin terjadi, mengevaluasi
bagaimana risiko ini mempengaruhi keberhasilan proyek, monitoring dan
penanganan risiko. Manajemen Risiko yang proaktif akan mengurangi jumlah
masalah, memperbaiki keberhasilan pelaksanaan proyek.
Dalam bab ini kita akan
membahas subtopik berikut:
1. Risiko
2. Definisi Manajemen
Risiko
3. Toleransi Terhadap
Risiko
4. Proses Manajemen
Risiko
Risiko ini sendiri merupakan kombinasi dari probabilitas
suatu kejadian dan konsekuensi dari kejadian tersebut, dengan tidak menutup
kemungkinan bahwa ada lebih dari satu konsekuensi untuk satu kejadian, dan konsekuensi bisa merupakan hal
yang positif maupun negatif. Namun
risiko pada umumnya dipandang sebagai sesuatu yang negatif, seperti kehilangan,
bahaya, dan konsekuensi lainnya.
Definisi
Manajemen Risiko proyek (project risk) adalah suatu peristiwa (event) atau
kondisi yang tidak pasti (uncertaint), jika terjadi mempunyai pengaruh positif
maupun negatif pada tujuan proyek. Suatu risiko mempunyai penyebab, dan jika
terjadi, membawa konsekuensi a tau impak. Dalam manejemen ada Proses Manajemen
Risiko.
Proses yang dilalui dalam manajemen risiko
adalah
1.
Perencanaan manajemen Risiko
2.
Identifikasi Risiko
3.
Analaisis risiko Kualitatif
4.
Analisis risiko kuantitatif
5.
Perencanaan respon risiko
6.
Pengendalian dan monitoring risiko
Identifikasi risiko cara mengelola
risiko adalah identifikasi risiko potensial. Risiko adalah event yang jika
dipicu akan menyebabkan masalah. Dan ada beberapa cara untuk mengidentifikasi
risiko:
1.
Brainstroming
2.
Interviewing
3.
Delphi Technique
4.
Checklist
Tidak ada komentar:
Posting Komentar